Warga Medan tidak perlu berkunjung ke Georgetown UNESCO World Heritage Site, Penang Malaysia.Bahkan, kebudayaan Kota Medan lebih menarik bila dilukis pada dinding-dinding gedung tua.

gambar butu orang tua asian-29

TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO Gedung-gedung heritage di kawasan Kesawan, Medan, sangat cocok dipadukan dengan konsep-konsep gambar mural yang menampilkan ciri khas Medan maupun kebudayaan Medan.

Ia merasa beruntung dapat mendatangkan artis murals dunia Ernest Zaharevis.

Kawasan Pasar Hindu, Medan, Sumatera Utara, mendadak meriah.

Warga terpana melihat kemampuan artis mural dunia Ernest Zaharevis.

Lokasinya nanti berbeda-beda dengan ciri khas gambar yang berbeda pula.

Karena itu, gambarnya berbeda-beda, ada berbentuk seni rupa, dari besi, jadi harus disesuaikan dengan nuasa bangunan yang mendukung.“Kami inginnya Medan sebagai kota pertama, sebelum Surabaya deklarasi cara serupa untuk mendokrak pariwisata,” Rusmin menambahkan.

“Sekarang rasanya beda sekali, kalau melintas di sini, jadi ada yang di lihat.

Bagus sekali ada gambar murals, seperti di Malaysia,” ujar Ardiansyah, pengguna jalan yang berhenti sekadar selfie, Senin (20/2/2017).

Apalagi di tengah kemajuan teknologi dan sosial media, dapat lebih efektif dan efisien memperkenalkan kota ini."Artis murals ini punya jutaan penggemar, begitu gambarkan foto ini di Medan, akan banyak orang datang. Saya merencanakan 10 artis ke Medan dengan rangkaian murals art trail.

Mereka datang bergantian hingga April atau Mei mendatang,” kata dia.

Ya, Ernest menggambar anak-anak lengkap dengan becak sejak beberapa hari lalu di dinding gedung tua peninggalan Belanda yang berada di Jalan Perdana.